Kelahiran dan Masa Kecil
Pendidikan
Kisah pengusaha sukses ini tidak berakhir sampai disitu saja. Setelah
menyelesaikan pendidikannya di bangku Sekolah Menengah Atas, National
Jiao Tong University menjadi tujuan berikutnya bagi Stan dewasa untuk
melanjutkan pendidikannya ke tingkat yang lebih tinggi lagi. Stan
memilih jurusan teknik elektro dan memiliki gelar sarjana di bidang itu.
Masih di universitas yang sama, Stan memperdalam ilmu tentang teknik
elektro yang ia dapatkan saat menjadi sarjana, ia pun mendapatkan gelar
Master di bidang teknik elektro.
Sejarah Berdirinya Acer
Kisah pengusaha sukses ini berlanjut pada awal berdirinya Acer, dengan
dibantu sang istri yang bernama Carolyn Yeh, Stan mendirikan sebuah
perusahaan pada tahun 1976 yang bernama ‘Multitech’. Akan tetapi
pada tahun 1987 perusahaan Multitech beganti nama menjadi Acer dan nama
tersebut masih bertahan hingga sekarang. Seiring berjalannya waktu,
perusahaan tersebut menjadi perusahaan komputer terkemuka di Taiwan.
Pada pertengahan tahun 1990an, Stan berhasil menjadikan Acer sebagai
salah satu merk PC (Personal Komputer) terkemuka di dunia. Saat itu,
merk Acer bersaing dengan nama NEC dan Toshiba yang berasal dari Jepang,
serta Dell Hewlett-Packard (HP) yang berasal dari Amerika Serikat.
Tidak ketinggalan merk-merk terkemuka di Eropa ikut pula menjadi pesaing
Acer.
Catatan dari kisah pengusaha sukses ini membeberkan bahwa Stan
mempekerjakan 39.000 orang karyawan yang berasal dari lebih 100 negara
yang berbeda. Kantor pusat Acer berada di Taiwan, tepatnya di sebuah
kota yang bernama Sijhin yang terletak di Taipei Country. Penjualan Acer
di wilayah Amerika Utara sempat merosot, tapi semakin meningkat di
pasaran Eropa. Di Eropa sendiri, Acer menjadi sponsor untuk Tim Formula 1
Ferrari dan Prost Grand Prix.
Mundurnya Stan dari Acer
Dalam kisah pengusaha sukses ini, tercatat pada tahun 2004 tepatnya saat
menginjak usia 60 tahun, Stan memutuskan untuk pensiun dari
kepengurusan perusahaan yang telah ia dirikan sejak 1976. Hal tersebut
membuat orang-orang tercengang karena Stan memutuskan untuk pensiun di
saat Acer sedang berkembang pesat menjadi salah satu perusahaan komputer
ternama di dunia. Selain itu, pensiunnya Stan dianggap sesuatu yang
tidak begitu lumrah bagi adat kebiasaan Tionghoa. Bangsa Tionghoa
dikenal sebagai bangsa yang tidak akan berhenti bekerja sampai kondisi
jasmani dan rohani mereka tidak memungkinkan lagi. Oleh sebab itu,
pensiunnya Stan di usianya yang ke-60 tahun itu dianggap terlalu cepat.
Namun Stan tidak setuju dengan prinsip dasar orang-orang Tionghoa itu,
Stan ingin mengalihkan kepengurusan perusahaannya pada mereka yang masih
muda dan segar sehingga perusahaan dapat berkembang pesat dan mengikuti
perkembangan jaman. Stan berargumen bahwa perusahaannya kurang agresif
karena masih menggunakan gaya lama. Pensiunnya Stan di usia yang masih
terbilang mampu untuk menjalankan suatu perusahaan diharapkan dapat
menjadi panutan bagi para pengusaha lainnya. Tentu saja kisah pengusaha
sukses ini layak untuk menjadi panutan bagi masyarakat.
Keseharian dan Kehidupan Pribadi Stan
Selain dikenal sebagai seorang pengusaha milioner terkemuka, Stan juga
dikenal sebagai pemimpin yang selalu meperhatikan karyawan-karyawannya.
Stan juga memperlakukan para pegawainya dengan baik dan menganggap
mereka seperti keluarganya sendiri. Kisah pengusaha sukses ini juga
mencatat bahwa Stan tidak pernah lupa untuk melibatkan
karyawan-karyawannya dalam pembagian keuntungan yang didapatkan
perusahaan. Selain itu, Stan dikenal sebagai pria yang hidup sederhana
bersama keluarganya walaupun statusnya adalah seorang milioner.
Kesederhanaannya mengacu pada gaya klasik Taiwan dan sebagai seorang
sosok panutan, Stan dikenal sebagai pria yang humoris, santai dan
tangguh. Tidak heran apabila kisah pengusaha sukses yang berasal dari
Taiwan ini menjadi bahan referensi bagi pengusaha-pengusaha dunia
lainnya.
Sumber : tau-sejarah.blogspot.com
0 komentar:
Posting Komentar